Posted by : Unknown 23 Nov 2013


Dari hari esok yang tenang, seperti itulah jika Nagi no Asukara diartikan. Oke, saat menonton Nagi no Asukara, saya dengan mudah terserap ke dalam ceritanya karena saya paling suka sejenis drama atau slice of life. Ada perasaan meluap-luap yang tak bisa saya gambarkan ketika melihat anime ini.

Pemandangan di OP yang ini sangat saya sukai

Nagi no Asukara (凪のあすから)
English     : From the Calm Tomorrow
Indonesia : Dari Hari Esok yang Tenang
Episode   : 26
Season     : Fall 2013 (sedang tayang)
Studio      : P.A. Works
Genre      : drama, fantasy, romance

Karena anime ini baru tayang sekitar 7 episode (ketika saya menulis ini), ini merupakan first impression atau review awal saya. Genre drama tidak selalu membuat orang menangis. Yang jelas anime drama mempunyai cerita yang menyentuh perasaan, begitu juga dengan Nagi no Asukara. Mungkin ini tak sekelas anime-anime drama legendaris karya Jun Maeda, seperti Clannad, Little Busters, Kanon, dan Air. Namun, setiap anime punya keunikan tersendiri. Drama terunik yang pernah saya tonton adalah Sakurasou no Pet na Kanojo, dimana ceritanya benar-benar tak terduga. Nagi no Asukara punya keunikan tersendiri. Mengapa? Anime ini berlatarkan kehidupan bawah laut dan daratan.
Anime ini menceritakan tentang sekelompok sahabat yang hidup di bawah laut, di kota yang bernama Shioshishio. Mereka adalah Hikari, Manaka, Chisaki, dan Kaname. Hikari mempunyai sifat yang keras dan pemarah. Manaka adalah gadis yang manis dan mungkin kurang percaya diri. Chisaki dan Kaname mempunyai sifat yang tenang. Keempatnya selalu bersama. Hikari dan Manaka, mereka mungkin punya perasaan satu sama lain. Chisaki juga mempunyai perasaan terhadap Hikari, tetapi ia selalu memendamnya dan karenanya ia sering bersedih. Di saat Chisaki merasa demikian, Kaname selalu ada untuk menghiburnya.




Ketika sekolah mereka di dalam laut ditutup, mereka terpaksa untuk bersekolah di daratan. Namun, menjalin hubungan dengan manusia daratan bukanlah hal yang mudah bagi mereka. Mereka berempat yang berasal dari bawah laut seringkali menerima ejekan dari teman-teman sekolah yang baru. Diantara keempatnya, tentu Hikari yang pemarah yang merasa paling terganggu. Di saat itu, Manaka akan selalu berusaha ada untuk Hikari.



Namun, ada satu anak dari daratan yang bersifat baik hati kepada mereka berempat. Dia adalah Tsumugu yang tinggal bersama kakeknya yang seoran gnelayan. Meski begitu, Hikari masih membenci manusia daratan, termasuk Tsumugu. Manaka yang kagum dengan sifat Tsumugu mulai tertarik kepadanya. Hal ini membuat Hikari sedikit cemburu dan makin membenci Tsumugu. Sementara itu Chisaki hanya bisa melihat hubungan diantara mereka tanpa berkata apapun.



Masing-masing karakter di anime ini mempunyai sifat yang unik, seperti yang saya sebutkan di atas. Selain kelima karakter di atas, ada juga beberapa karakter lain yang penting. Akari adalah kakak perempuan Hikari yang bersifat periang. Sayu dan Miuna adalah dua gadis kecil SD yang terkadang mengganggu Hikari. Uroko adalah utusan dewa laut yang mempunyai sifat aneh dan bisa memberi kutukan.

Suatu hari, Hikari melihat kakan perempuannya, Akari, sedang berciuman dengan seorang pria daratan. Hal ini membuat Hikari marah dan perasaannya campur aduk. Hukum di Shioshishio menyatakan jika hubungan cinta manusia bawah laut dan daratan adalah tabu. Jika terjadi pernikahan, manusia bawah laut akan diusir ke daratan selamanya. Bayi yang terlahir dari pasangan bawah laut dan daratan akan terlahir tanpa Ena. Ena adalah yang melindungi manusia bawah laut. Ena berfungsi seperti sisik dan membuat manusia bawah laut bisa bernapas di bawah laut.


Manaka pun merasa semakin bingung dengan perasaannya terhadap Tsumugu, karena Tsumugu adalah manusia daratan. Di saat yang sama, hubungan antara Hikari dan Tsumugu menjadi semakin baik. Kini mereka semua saling menerima sebagai sahabat. Selain itu, ternyata pria yang berhubungan dengan Akari adalah ayah dari Miuna, gadis kecil SD yang sering mengganggu Hikari. Seperti apakah kisah ini akan berlanjut?



Persahabatan sekaligus kisah cinta dan drama, ketiganya terpadu dengan baik di anime ini. Ketika menonton episode demi episode, saya dapat merasakan perasaan yang kuat mengalir dari hubungan karakter-karakter di anime ini. Bagaimana hubungan itu berkembang dalam sebuah kisah yang menyentuh ini benar-benar luar biasa. Seluruh unsur dan karakter dapat bersatu dengan baik.

Well, banyak hal menakjubkan yang terjadi di anime ini hingga episode 13 ke atas. Ketika anime ini mencapai akhir, saya berencana untuk menulis final review.

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. Review bagus gan, tapi kalo bisa lanjutin lagi reviewnya sekarang udah episode 16, dan ceritanya makin bagus :3
    Ditunggu Kunjungan Balik nya "esage.blogspot.com"

    BalasHapus

- Copyright © 2013 Red Utopia - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - edited by Kresna